Langsung ke konten utama

Pelita Kasih Ibu


Sebelum merasakan dalam nya rasa di hati, renungkan apa makna dalam lagu yang ada di bawah ini. Lirik demi lirik tersusun rapi, jejeran kata yang indah dengan arti terdalam di dalam nya, mampu membawa manusia tau betapa besar kasih sayang itu di buahkan.


Mengajarku erti kesabaran
Kau bagai pelita di kala aku kegelapan
Menyuluh jalan kehidupan

Kasih sayangmu sungguh bernilai
Itulah harta yang kau berikan


Oleh : Aeman - Buatmu Ibu


🌹🌹🌹


Pelita Kasih Ibu


Dalam keheningan, dia bersuara 

Menyemai kasih, menyentuh hati

Pemimpin tanpa mahkota, penuh makna

Membimbing kita dalam gelapnya dunia


Ibu, engkau adalah petunjuk kehidupanku

Kasih sayang mu takkan pernah pudar

Langkah ringanmu mengukir tawa

Dalam dunia impian, penuh keajaiban


Di dalam rahim hangat mu, ada duniaku

9 bulan kau mengandung tanpa keluhan

Terima kasih, ibu tercinta

Untuk setiap pengorbanan dan doa


Melalui aliran waktu yang tak terhitung

Kau mengajarkan arti kasih, setulus hati

Langkahmu kini menjadi pedoman untukku

Menuntun aku melewati badai kehidupan


Dekapanmu selalu ada untukku

Memeluk ku di saat aku butuhkan

Suara lembutmu bagaikan curuhan hati

Merasakan bahwa betapa beratnya membesarkanku

 

Ibu, harga berharga sepanjang masa

Aku menyayangimu, selamanya dan lebih dari itu

Engkau pemimpin menuju masa depan ku

Membawa kehidupan baru untuk anakmu.

 

***


💟 Adakah pesan yang kau dapatkan kawan?

💟 Apa yang kalian rasakan setelah membaca puisi ini?

💟 Masihkah kalian diam setelah tau apa yang di korbankan oleh ibu mu itu?


     Ketika sebuah pertanyaan muncul seperti itu, lalu balasan apa yang kalian jawab. Ya aku tau memang kita hanyalah anak yang menginginkan masa-masa indah pertumbuhan. Bahkan, kalian tau kah jerih payah seorang wanita paruh baya yang hampir tua dan putih helaian rambut mulai tampak di kepalanya. Penulis pernah mengarang sebuah puisi untuk ayah, penulis tau jika di dunia bukan hanya beliau saja yang menjadi pahlawan penting bagi anak kecil nya. Ibu ada dan lebih  berat yang di perjuangkannya. Tak di pungkiri lagi, nyawa adalah taruhan sewaktu beliau mengandung. 

        Penulis pernah bersujud di kaki sang ibu, jika di  ingat-ingat itu adalah masa penulis membutuhkan doa restu. Ujian sekolah pun telah tiba, ingin sekali sang penulis bisa dalam mengerjakan soal ujian tersebut, lalu seorang guru pun berkata kepada murid nya, "Anak-anak, jika memang kalian menginginkan kemudahan saat mengerjakan soal-soal ujian itu, maka cobalah  kalian membasuh telapak kaki ibu mu itu dan bersujud lah di depannya, mintalah doa  nya." Pada saat itu pun, tepat di malam hari aku mencoba melakukannya, daan benar saja keesokan hari nya aku mengerjakan soal-soal di depanku dengan mudah,  mukjizat dari mana yang Tuhan berikan hingga pada saat nilai itu keluar aku meraih nilai tinggi, bahkan diri ku sempat tidak percaya akan hal ini. Hikmah yang aku petik adalah cara kita bersujud kepada orang tua merupakan hal yang pertama kali dilakukan. “Saya baru pertama kali ini bersujud kepada orang tua, saya sangat sedih dan saya berjanji akan berbakti kepada orang tua."

        Kegiatan seperti ini diharapkan dapat mengajarkan anak-anak untuk dapat berbakti pada orang tua sejak kecil. Dengan kebiasaan yang baik sejak kecil maka akan mendorong anak-anak memiliki sifat yang baik kedepannya. “Semua orang harus berbakti pada orang tua dengan sungguh-sungguh dan merawat mereka dengan penuh rasa hormat. Dengan demikian, baru memperoleh berkah.”

Komentar