Dalam keheningan, dia bersuara
Menyemai kasih, menyentuh hati
Pemimpin tanpa mahkota, penuh makna
Membimbing kita dalam gelapnya dunia
Ibu, engkau adalah petunjuk kehidupanku
Kasih sayang mu takkan pernah pudar
Langkah ringanmu mengukir tawa
Dalam dunia impian, penuh keajaiban
Di dalam rahim hangat mu, ada duniaku
9 bulan kau mengandung tanpa keluhan
Terima kasih, ibu tercinta
Untuk setiap pengorbanan dan doa
Melalui aliran waktu yang tak terhitung
Kau mengajarkan arti kasih, setulus hati
Langkahmu kini menjadi pedoman untukku
Menuntun aku melewati badai kehidupan
Dekapanmu selalu ada untukku
Memeluk ku di saat aku butuhkan
Suara lembutmu bagaikan curuhan hati
Merasakan bahwa betapa beratnya membesarkanku
Ibu, harga berharga sepanjang masa
Aku menyayangimu, selamanya dan lebih dari itu
Engkau pemimpin menuju masa depan ku
Membawa kehidupan baru untuk anakmu.
***
💟 Adakah pesan yang kau dapatkan kawan?
💟 Apa yang kalian rasakan setelah membaca puisi ini?
💟 Masihkah kalian diam setelah tau apa yang di korbankan oleh ibu mu itu?
Ketika sebuah pertanyaan muncul seperti itu, lalu balasan apa yang kalian jawab. Ya aku tau memang kita hanyalah anak yang menginginkan masa-masa indah pertumbuhan. Bahkan, kalian tau kah jerih payah seorang wanita paruh baya yang hampir tua dan putih helaian rambut mulai tampak di kepalanya. Penulis pernah mengarang sebuah puisi untuk ayah, penulis tau jika di dunia bukan hanya beliau saja yang menjadi pahlawan penting bagi anak kecil nya. Ibu ada dan lebih berat yang di perjuangkannya. Tak di pungkiri lagi, nyawa adalah taruhan sewaktu beliau mengandung.
Penulis pernah bersujud di kaki sang ibu, jika di ingat-ingat itu adalah masa penulis membutuhkan doa restu. Ujian sekolah pun telah tiba, ingin sekali sang penulis bisa dalam mengerjakan soal ujian tersebut, lalu seorang guru pun berkata kepada murid nya, "Anak-anak, jika memang kalian menginginkan kemudahan saat mengerjakan soal-soal ujian itu, maka cobalah kalian membasuh telapak kaki ibu mu itu dan bersujud lah di depannya, mintalah doa nya." Pada saat itu pun, tepat di malam hari aku mencoba melakukannya, daan benar saja keesokan hari nya aku mengerjakan soal-soal di depanku dengan mudah, mukjizat dari mana yang Tuhan berikan hingga pada saat nilai itu keluar aku meraih nilai tinggi, bahkan diri ku sempat tidak percaya akan hal ini. Hikmah yang aku petik adalah cara kita bersujud kepada orang tua merupakan hal yang pertama kali dilakukan. “Saya baru pertama kali ini bersujud kepada orang tua, saya sangat sedih dan saya berjanji akan berbakti kepada orang tua."
Kegiatan seperti ini diharapkan dapat mengajarkan anak-anak untuk dapat berbakti pada orang tua sejak kecil. Dengan kebiasaan yang baik sejak kecil maka akan mendorong anak-anak memiliki sifat yang baik kedepannya. “Semua orang harus berbakti pada orang tua dengan sungguh-sungguh dan merawat mereka dengan penuh rasa hormat. Dengan demikian, baru memperoleh berkah.”
.png)
Komentar
Posting Komentar