Sore itu suara kicau burung bersahut-sahutan menembus kamar Fajar. Ya disana, tinggal seorang pemuda bernama Fajar yang duduk di bangku SMA kelas 12. Setiap sore, ia naik ke bukit untuk menikmati keindahan senja di pantai, yang terlihat indah di hidupnya, mimpi-mimpi, dan harapannya. Fajar duduk di salah satu pohon rindang, merenungi keindahan senja dari atas yang berwarna merah jambu. Ombak berdenting di telinga, seperti nyanyian alam yang mimikat hatiku. Alunan musik Nadhif Basalamah terdengar lirih di telingaku. Ketika senja mulai meredup, Fajar mulai merenung tentang hidupnya. Ada begitu banyak kenangan yang terpati dalam senja-senja seperti ini. Kenangan indah bersama teman-teman, keluarga, dan cinta pertama ku. Namun, ada juga kesedihan yang terkubur dalam senja. Kehilangan yang tak terlupakan, kata-kata yang terucap, penyesalan yang tak dapat terlupakan, dan mimpi yang belum terwujud. Fajar menyadari bahwa senja adalah metafora kehidupan. Terkadang cerah dan indah, namun kadang ...
Jadi ini berisi tentang cerpen, puisi, kutipan, kisah perjalananku, diary kehidupan dan ceritaku lainnya. Berisi hasil dari imajinasi ku sendiri.