Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2024

Puisi-Menoreh Kembali Kisah Kelam

  Karya Jenny Nur Fadila *** Jejak kaki mulai menginjak bangsa indonesia, Usai terlahir seorang wanita asal jepara.  Saat kepahitan mulai menguak di kehidupan,  Konon, kesetaraan dan kemanusiaan hilang. Merasa perjuangannya dikhianati tak ternilai, Mengakar kuat dalam kalangan bangsawan. Tertunduk lemah, dikurung dan dibatasi, Kegelapan menguasai tubuh pemuda tanpa belas kasihan. Apa arti kami hidup? Apa arti kesetaraan gender? Hingga aku mati di tanah air, Ku sisahkan dari perjuanganku. Kalian merdeka dan aku bahagia di surga, Menatap senyum merekah dari kejauhan. Wahai anak bangsa, Inilah perjuanganku. Apakah kalian tidak berterima kasih kepadaku, Apakah kalian masih mau bermain main ketika bersekolah. Ingatlah, dahulu kala kami hanya ingin bersekolah, Ingatlah, bahwa kami ingin menempuh pendidikan. Lalu, dimana rasa iba kalian terhadap kami, Perjuanganku memeperjuangkan hak perempuan telah usai. Ketika lilin mulai meredup,  Tergantikan oleh teknologi. Ketika buku ...

Puisi-Ejaan Namaku

˚˖๐“ขִ໋๐ŸŒท͙֒✧๐Ÿฉท˚.๐ŸŽ€༘⋆ Jemari indah dan lentukan dagu berparas cantik, Elok bagai bunga mawar memancarkan warna merahnya. Nama yang terukir menjadi sebutanku saat ini, Nama yang di berikan dari kedua orang tua ku sangat bagus untukku, Yang dahulu balita tumbuh hingga menjadi gadis rupawan.   Nuansa alam semesta adalah tempat aku di lahirkan 8 Juni 2007, Usaha kedua orang tua ku disaat membesarkan ku, Rasanya aku mempercayai akan keajaiban dunia ini.   Firasat dan ego begitu besar di setiap karakter anak, Akan ada saatnya diri ku tau apa kelebihan dan kekurangan ku. Diri ini, seakan memiliki banyak mimpi setinggi langit, Impian, harapan seorang gadis menjadi penulis sejati. Lama sudah menunggu keberhasilan ku terwujudkan, Aku percaya, jika aku gagal maka aku akan terjatuh di antara bintang-bintang ༘⋆๐ŸŒท๐Ÿซง๐Ÿ’ญ₊˚เท† Iya nama ku itu, coba deh huruf di setiap awal dari 1 baris kalian urutkan sampai ke bawah, nantinya akan menjadi sebuah nama yaitu nama ku๐Ÿ˜ ...

Puisi-Seutah Kehangatan Semesta

Embun bangunkan pagi, Luluhkan tebing harapan. Alur menari dalam syair tersirat dan tersurat, Ibarat tergenggam gurun kehidupan. Di kala semua menanti mimpi dan harapan, Dari arah timur fajar mulai menampakan cahaya. Sapa lembutmu meredakan tangisan, Senyum manis ku meneduhkan kegelisahan. Saat itu, aku bersyukur melihat ciptaan mu, Semesta dengan isi dan keindahannya. Keajaiban yang menjadi saksi doaku, Di saat aku terbangun di sepertiga malam. Bersyukur telah di lahirkan di dunia ini, Kesempurnaan ataupun kekurangan.  Hanyalah pelengkap di dalam diri manusia, Tuhan, terima kasih atas semua yang kau berikan. ๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’ Di antara umur akan ada masa pertumbuhan, iya puisi ini mengisahkan kita saat hidup mulai masa kita dimana masih balita hingga menuai hidup baru bersama orang baru. Di saat itulah orang tua sudah menyelesaikan tugasnya, hingga sang putri nya bisa menemukan pengganti yang mau menemani sampai tua nanti. Seseorang yang mampu membuatku sangat menyanyangi dan mencintai seumu...

Puisi Air Mata Bumi

  Kicauan burung-burung di angkasa lepas, Menciptakan lagu alam yang indah. Rerumputan hijau dengan bunga beragam warna, Menghiasi tanah bumi yang ku pijak. Kala itu manusia tak punya hati, Membuang sampah, menebang hingga bumi ku rusak. Kebaikan melakukan reboisasi lingkungan, Demi bumi tercinta mencegah pemanasan global. Singup hari tak kala berganti hari, Serasa hidup hampa mengabur hari-hariku kini. Deruh debu di sepanjang jalanan kini, Menguak berbagai asap yang tak kunjung usai. Berlalu dari kian menghampiri deburan virus, Canda tawa makhluk kecil menembus kulit manusia. Menebar penyakit sebanyak kali, Rasa sakit menghantui sekujur tubuh kita. Gedung tinggi mengisi manusia terpapar, Baju putih biru bertengger di tubuh, Jarum menembus kulit untuk sembuh, Kian menerus hingga tertinggal nama. *** Puisi ini mengandung isi bahwa bumi kita sangatlah indah dengan adanya burung yang terbang dengan kicauan nya, rerumputan hijau nan segar, namun terkadang manusia tidak punya rasa hingg...