Teruntuk kamu,
Kamu terlihat begitu bersinar.
Layaknya sebuah bintang di langit,
Menjadi bagianmu adalah suatu keberuntungan.
Di sini, aku bisa mengagumimu,
Di sini, hanya aku yang mengenalmu.
Banyak perbedaan di antara kita,
Yang membuatnya terasa sangat sulit.
Cinta...
Hadir dengan segala rasa,
Senang, luka, suka, dan duka.
Nikmat cinta pada rasa,
Menyisakan segalanya untuk kita.
Senyumanmu bagai mentari pagi,
Menerangi gelap dalam hatiku yang terpaut.
Pelukanmu, tempat teduh yang kuharapkan,
Di sana, cinta tumbuh, mekar, dan bertaut.
***
Isi yang terkandung :
Puisi ini telah mengisahkan seorang remaja yang menjalin kasih, dan puisi ini juga kisah dari cerpen yang telah penulis buat dengan judul "Jejak Kasih Tanpa Asah". Mungkin jika pembaca membaca cerpen tersebut kalian dapat mengerti bahwa sebenarnya dunia percintaan remaja tidak lah seindah yang kita bayangkan, ada kala nya kita di hadapkan dengan berbagai masalah yang membuat hubungan renggang, ada masa nya juga kita bersenang, terkadang dengan kita merasakan cinta, seseorang dapat memberikan perhatian lebih ataupun hal-hal kecil yang mampu membuat kita senang. Ya, itu adalah isi dari puisi ini, bila mana kalian ingin tau alur cerita dari cerpen itu, kalian bisa membuka website.
.png)
Komentar
Posting Komentar