Jejak kaki mulai menginjak bangsa indonesia,
Usai terlahir seorang wanita asal jepara.
Saat kepahitan mulai menguak di kehidupan,
Konon, kesetaraan dan kemanusiaan hilang.
Merasa perjuangannya dikhianati tak ternilai,
Mengakar kuat dalam kalangan bangsawan.
Tertunduk lemah, dikurung dan dibatasi,
Kegelapan menguasai tubuh pemuda tanpa belas kasihan.
Apa arti kami hidup?
Apa arti kesetaraan gender?
Hingga aku mati di tanah air,
Ku sisahkan dari perjuanganku.
Kalian merdeka dan aku bahagia di surga,
Menatap senyum merekah dari kejauhan.
Wahai anak bangsa,
Inilah perjuanganku.
Apakah kalian tidak berterima kasih kepadaku,
Apakah kalian masih mau bermain main ketika bersekolah.
Ingatlah, dahulu kala kami hanya ingin bersekolah,
Ingatlah, bahwa kami ingin menempuh pendidikan.
Lalu, dimana rasa iba kalian terhadap kami,
Perjuanganku memeperjuangkan hak perempuan telah usai.
Ketika lilin mulai meredup,
Tergantikan oleh teknologi.
Ketika buku kalian lupakan,
Tergantikan oleh kecanggihan digital.
***
Kartini merupakan salah satu sosok penting dalam emansipasi perempuan di Indonesia. Ini adalah hari untuk mengenang sosok pahlawan pembela kaum perempuan. Raden Ajeng Kartini dikenal sebagai seorang aktivis Indonesia. Beliau mendukung hak-hak dan pendidikan tinggi perempuan. Dikenal juga sebagai Raden Ayu Kartini, ia lahir pada 21 April 1879 di Jepara Kota Jawa Tengah. Beliau sering dicap sebagai pelopor kebangkitan perempuan tanah air hingga saat ini. Kegigihan yang ia miliki menjadi salah satu bentuk yang diteladani bangsa Indonesia sampai detik ini. Inilah sebabnya setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini.
.jpg)
Komentar
Posting Komentar