Langsung ke konten utama

Abhipraya


" Happy Reading... "


Langit di siang hari, serta angin sepoi-sepoi yang menyisahkan rasa sejuk di tubuhnya, bahkan semilir angin mampu menggoyangkan rerumputan ilalang, terlihat mengalun menari indah. Di bawah pohon rindang, lirih melodi yang indah mengalir melalui telinga seorang pria menatap langit biru yang tertutup awan putih. Yaa, pria itu bernama Gerald, lebih tepatnya Gerald Antariksa. 

Gerald bermimpi bahwa suatu saat nanti dirinya bisa terbang tinggi di langit, menjelajahi dunia dan melintasi berbagai hutan lebat, pegunungan tinggi, lautan luas dan menerobos awan tebal. Membayangkan nya saja begitu indah, apalagi jika seragam impiannya melekat di tubuhnya. 


💫Sukses ga harus jadi pilot                                                 ðŸ’«Tapi ini bukan tentang sukses


"Insyaallah aku akan berjanji menggapainya" 

"Andaikan aku mampu menghadirkan hujan di kala malam, tentu perjalanan ini tidak akan pernah berakhir, dan jika aku mampu menggantikan posisi bulan dengan sorot mata, tentunya jerit tangis tawa yang tersembunyi di dalam hatiku pasti mampu aku ramal," lirih Gerald dalam hati, berandai-andai apa yang dirinya jalani di hari-hari nya.


***

Memang menjadi seorang pilot adalah pekerjaan yang membutuhkan keberanian, ketelitian, dan dedikasi. Bagi Gerald, menjadi pilot bukan hanya tentang mengemudikan pesawat, melainkan juga tentang memimpin dengan contoh, memberikan rasa aman kepada penumpang, dan selalu siap menghadapi tantangan. 



***



Setetes embun di pagi hari, membasahi kaca kamar Gerald. Tak terlihat matahari bersinar terik, hanya awan abu-abu menandakan hari ini cuaca mendung.

Tiba-tiba ponsel di meja bergetar pendek berkali-kali, tanda bahwa ada panggilan masuk. Kening Gerald melahirkan lipatan-lipatan halus saat mengangkat panggilan itu. 


***

***

Ingin rasanya Gerald kembali ke masa di mana keluarga ku yang lengkap. Tanpa perlu merasakan kehilangan seseorang yang berarti di hidupnya, bahkan bukan hanya meninggalkan sekali namun selamanya.

Ingin rasanya aku kembali ke masa dimana semua perhatian tertuju padaku. Orang tua ku adalah sosok panutan. Gerald bangga dan sayang dengan orang yang pertama kali mendidik dan menyalurkan hangatnya kasih sayang. Di mulai dengan bunda, yang tulus mengandung diriku selama 9 bulan lamanya, dan tak pernah menganggap kandungannya sebagai beban, dan ayah sebagai seorang tulang punggung keluarga yang berprofesi menjadi seorang dokter, tidak pernah mengeluh mencari nafkah untuk mencukupi kehidupan kita. Bahkan, seluruh biaya sekolah dari kecil hingga aku mampu masuk di sekolah penerbang adalah jerih payah, keringat dan tenaga yang dirinya keluarkan.

"Tidak apa jika kalian pulang terlebih dahulu, tenang di alam sana ya ayah bunda, dan lihatlah dari atas putramu ini, di hari bahagia nya esok ini." 


***


Kelulusan yang di nanti-nanti telah tiba. Gerald mengenakan kemeja warna putih polos yang dipadukan dengan jas dan celana hitam polos.

Gelar S.Tr yang Gerald tunggu selama 2 tahun ini, menempuh pendidikan nya di Ganesa Flight Academy, Jakarta. Kebahagiaan bercampur rasa bangga di diri nya, berhasil menjadi salah satu lulusan terbaik tahun ini.

Sangat tidak di sangka, Gerald di tempatkan di salah satu Bandara Internasional. Bahkan, ini bukan di Indonesia melainkan Bandar Udara Internasional London Heathrow. Negara asing yang belum pernah Gerald kunjungi dan menerbangkan pesawat pertama. 


***

Sebelum melangkahkan kaki nya untuk berangkat ke bandara, hari pertamanya tidak berjalan mulus yang Gerald kira. Dia menghadapi cobaan saat dirinya menaiki mobil nya. Gerald tidak sengaja melihat seorang wanita yang di tabrak oleh sebuah pengemudi sepeda motor yang sedang menyebrang jalan. Meskipun ini adalah hari pertamanya, namun Gerald tetap rendah hati membantu wanita itu. Bahkan, ada rasa sesak melihat wanita di depannya, mengingatkan kepada bunda nya sebelum meninggal.


 "I will help you take to the hospital," pinta Gerald sambil membantu wanita itu berdiri.

"Tidak perlu nak, saya harus pergi ke bandara, karna anak saya akan datang sebentar lagi," jawab wanita tersebut.

Gerald yang tau jika wanita ini adalah orang indonesia, berkata, "Ya sudah saya antarkan ke bandara."

Kemudian di lihatnya wanita itu menganggukkan kepala nya, Gerald mulai mempersilahkan untuk masuk ke dalam mobil nya, dan melanjutkan perjalanan menuju bandara. Bandara di sini hanya ada satu, ternyata sama seperti yang Gerald tuju.


***

"Itu anak saya" Ucap wanita itu, sambil menunjuk seseorang yang tak jauh dari kita.

Gerald memincingkan matanya, merasa dirinya tidak asing dengan pria tersebut. Benar sekali dugaan Gerald, ternyata dia adalah atasan Gerald yang akan menemaninya mengemudi pesawat terbang hari ini.

Mereka berpelukan bahkan Gerald yang melihatnya mampu meneteskan air mata. Tiba-tiba, jabatan tangan yang di ulurkan dari tangan atasannya itu, kian tak di balas oleh Gerald. Sebenarnya ada rasa takut dalam dirinya, karena terlambat kedatangannya di hari pertamanya. Namun, tidak sengaja Gerald mendapatkan pelukan.

"Terima kasih Gerald, kamu memang laki-laki baik, ibu aku sudah mengirim pesan waktu kau mengantarkan nya kemari, jadi jangan takut atas keterlambatanmu ini, kamu masih ada sedikit waktu dan sebentar lagi pesawat akan," ujar pria itu.

Ada rasa tenang di hati Gerald, dan akhirnya setelah sekian lama. Gerald melakukan penerbangan jarak jauh pada hari ini. Melihat semua dari atas ada mimpinya, dan dalam hati, Gerald berkata bahwa dia bisa melihat kedua orang tua nya yang menemaninya saat ini.

Sebelum pesawat lepas landas, setiap maskapai penerbangan akan melakukan persiapan dengan pengecekan secara keseluruhan. Tujuan hal ini dilakukan adalah untuk memastikan keamanan penumpang. Setelah Gerald sebagai copilot menandatangani buku catatan untuk penerbangan hari itu. Gerald dan atasannya, yang di mana Gerald menjadi copilot untuk membantu pilot menerbangkan pesawat terbang, khususnya membantu bertanggung jawab terhadap navigasi komputer dan juga komunikasi radio, dan atasannya yang menjadi kapten pernerbang.

Gerald mulai bersiap-siap, pesawat akhirnya siap lepas landas. Gerald merasakan getaran saat mesin-mesin pesawat mulai hidup. Dengan perlahan, pesawat mulai bergerak menuju landasan pacu.

Ketika pesawat sampai akhirnya mendarat dengan selamat di tujuan. Gerald merasa bangga dan bersyukur bisa menjadi bagian dari kehidupan mereka, membawa mereka ke tempat tujuan dengan selamat dan nyaman.


***


***



the end...

***

PESAN MORAL

Cerpen ini mengajarkan bahwa perjalanan hidup adalah petualangan yang penuh dengan tantangan, kegembiraan, dan pelajaran berharga. Di setiap langkahnya, kita menemui berbagai kesulitan dan kebahagiaan yang membentuk karakter dan kepribadian kita. Dalam perjalanan ini, belajarlah untuk bersyukur atas setiap momen, meskipun sulit atau menyenangkan. Ingatlah bahwa kegagalan adalah bagian dari proses menuju kesuksesan, jadi jangan pernah menyerah saat menghadapi rintangan. Teruslah belajar, berkembang, dan memberikan kasih sayang kepada orang lain.

Cerita ini juga mengandung pesan untuk kita terhadap orang tua agar selalu menghormati, mencintai, dan menghargai mereka sepanjang hidup, karena kasih sayang dan pengorbanan mereka tidak tergantikan. Mereka mengajarkan kita nilai-nilai, kesabaran, dan ketekunan. Ingat, jangan pernah kalian mengabaikan keadaan ayah dan ibumu ketika mereka masih ada, karena ketika mereka sudah tidak ada, kamu akan merasakan sepinya hari-harimu tanpa mereka. 

Selain itu, pentingnya kita memiliki cita-cita dalam hidup. Cita-cita memberi kita tujuan dan motivasi untuk terus maju, meskipun menghadapi berbagai rintangan. Melalui ketekunan, kerja keras, dan keyakinan pada diri sendiri, kita dapat meraih impian kita. 


dear music, thanks.




Haloo guyss...

Jadi di bacaan ini terdapat beberapa foto dan paragraf baru, nahh itu memang aku sengaja edit dulu di aplikasi lain, dan ya kalian ga perlu mikir kalo ini hasil copy paste lain. Memang, ini bukan cerpen pertama aku, tapi cerpen ini yang aku publis dulu karena bagiku sudah bagus meskipun ada celah sedikit nantinya. Jadi, kalian beri aku  masukan  ya guyss, biar nanti kalo mau update karya lain ada kemajuan dari sebelumnya. Judul kenapa Abhipraya, ada alasan di balik itu loh, Abhipraya adalah kata dalam Bahasa Sansekerta yang artinya mempunyai harapan, sekarang tau kan kenapa judul nya itu. Kisah yang menceritakan alur  perjalanan Gerald selama ini.

Terima kasih sudah membaca teman-temann...


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-Menoreh Kembali Kisah Kelam

  Karya Jenny Nur Fadila *** Jejak kaki mulai menginjak bangsa indonesia, Usai terlahir seorang wanita asal jepara.  Saat kepahitan mulai menguak di kehidupan,  Konon, kesetaraan dan kemanusiaan hilang. Merasa perjuangannya dikhianati tak ternilai, Mengakar kuat dalam kalangan bangsawan. Tertunduk lemah, dikurung dan dibatasi, Kegelapan menguasai tubuh pemuda tanpa belas kasihan. Apa arti kami hidup? Apa arti kesetaraan gender? Hingga aku mati di tanah air, Ku sisahkan dari perjuanganku. Kalian merdeka dan aku bahagia di surga, Menatap senyum merekah dari kejauhan. Wahai anak bangsa, Inilah perjuanganku. Apakah kalian tidak berterima kasih kepadaku, Apakah kalian masih mau bermain main ketika bersekolah. Ingatlah, dahulu kala kami hanya ingin bersekolah, Ingatlah, bahwa kami ingin menempuh pendidikan. Lalu, dimana rasa iba kalian terhadap kami, Perjuanganku memeperjuangkan hak perempuan telah usai. Ketika lilin mulai meredup,  Tergantikan oleh teknologi. Ketika buku ...

Harmoni Kasih Cinta

  Teruntuk kamu, Kamu terlihat begitu bersinar. Layaknya sebuah bintang di langit, Menjadi bagianmu adalah suatu keberuntungan. Di sini, aku bisa mengagumimu, Di sini, hanya aku yang mengenalmu. Banyak perbedaan di antara kita, Yang membuatnya terasa sangat sulit. Cinta... Hadir dengan segala rasa, Senang, luka, suka, dan duka. Nikmat cinta pada rasa, Menyisakan segalanya untuk kita. Senyumanmu bagai mentari pagi, Menerangi gelap dalam hatiku yang terpaut. Pelukanmu, tempat teduh yang kuharapkan, Di sana, cinta tumbuh, mekar, dan bertaut.  *** Isi yang terkandung : Puisi ini telah mengisahkan seorang remaja yang menjalin kasih, dan puisi ini juga kisah dari cerpen yang telah penulis buat dengan judul "Jejak Kasih Tanpa Asah". Mungkin jika pembaca membaca cerpen tersebut kalian dapat mengerti bahwa sebenarnya dunia percintaan remaja tidak lah seindah yang kita bayangkan, ada kala nya kita di hadapkan dengan berbagai masalah yang membuat hubungan renggang, ada masa nya juga kit...