Langsung ke konten utama

Bukan Hanya Istimewa

 


 Puisi

( Karya Jenny Nur Fadila)





Ayah…kau lahir di dunia ini

Menjalin kasih dengan seorang wanita

Lalu kau di beri anugerah peri kecil ini

Seorang anak dari darah dagingmu sendiri

Seorang anak yang kini menjadi gadis, bukan lagi anak-anak

 

Ayah…

Dengan mu aku hidup

Dengan mu aku tercukupi

 

Wahai ayah, apa kabar mu saat ini?

Adakah keluh kesah yang ingin kau utarakan?

Adakah keinginan yang ingin kau wujudkan suatu saat nanti?

 

Berangkat dari pagi hingga malam

Pulang dengan rasa lelah

Aku akan selalu ada di samping mu

Mengukir senyum setiap dirimu datang menyambut anak mu

 

Sajak demi kalimat

Mengisi pesan yang ku karang hanya untukmu...Ayah

Hanya pesan, namun ku tulus dalam hati ini

 

***


Seperti lagu yang mengisahkan puisi di atas, di bawakan oleh Virgoun dengan judul "Saat Kau Telah Mengerti" membawakan sebuah  makna dimana rasa cinta seorang ayah kepada anaknya. Anak adalah mutiara yang sangat berarti dalam hidupnya.

 

Bila bentakan kecilku patahkan hatimu

Lebih keras dari itu, dunia 'kan menghakimimu

Kubentuk dirimu menjadi engkau hari ini

Kau harus kuat, kau harus hebat

Permata hatiku...

 

Tak bisa di pungkiri lagi, makna dalam 5 lirik lagu  tersebut, apa kalian tau apa isinya? tentu saja jika di baca akan ada, namun dalam kata kalian pasti tidak akan bisa menemukannya. Seorang ayah pasti pernah membentak atau pun berbicara dengan nada tinggi, namun di balik itu ada alasan tersendiri. Tidak ada seorang ayah yang rela melakukan itu, suatu kebaikan akan ada di belakang suatu saat nanti, dan kalian semua akan merasakan itu. 

 

***

🌷 Isi yang terkandung dalam puisi ini :


Puisi ini mengandung pesan untuk kita, jika ayah adalah seseorang yang patut kalian hargai dan cintai mereka sepanjang hidup, karena kasih sayang dan pengorbanan dirinya tidak tergantikan. Kalian lahir dengan darah daging kedua orang tua kalian, namun ayah adalah peran utama hingga kau bisa lahir. Beliau juga mencari nafkah untuk keluarga nya, terutama demi sang anak tercinta. Pagi sampai malam, keringat dan tenaga yang beliau keluarkan tak ada nilainya bagi nya. Kebutuhan seorang anak sangatlah penting, dalam hati ayah juga ingin memenuhi segala kebutuhan agar anak yang di besarkan dan di rawat sampai kini tidak kekurangan sedikit pun. Puisi ini juga memberitahu kalian para pembaca, bahwa sebenarnya ayah kalian ingin sekali meluapkan rasa kesal, capek, dan segala masalah yang dirinya alami, dia tau masa depan anak-anaknya masih panjang, dan ayah tak akan pernah menyerah meski banyak pikiran dan masalah di hidupnya, mungkin hanya diam yang ia lakukan. Oleh karena itu, marilah teman-temanku untuk selalu mengerti apa arti perjuangan seorang ayah, kalian tidak perlu bekerja, hanya saja belajar dan kejarlah cita-cita mu, jangan lupa berdoa untuk mereka dan untukmu.


🌷 Dari saya sebagai penulis :

Puisi telah saya ikutkan dalam kompetisi cipta puisi tingkat nasional bertema ayah, tak di sangka bahwa karya yang telah saya bawakan meraih penghargaan dalam perlombaan itu, rasa bahagia dan bangga di diri saya sendiri hingga masuk dalam 250 peserta terpilih dari 2065 peserta yang berpartisipasi mengikutinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abhipraya

" Happy Reading... " Langit di siang hari, serta angin sepoi-sepoi yang menyisahkan rasa sejuk di tubuhnya, bahkan semilir angin mampu menggoyangkan rerumputan ilalang, terlihat mengalun menari indah. Di bawah pohon rindang, lirih melodi yang indah mengalir melalui telinga seorang pria menatap langit biru yang tertutup awan putih. Yaa, pria itu bernama Gerald, lebih tepatnya Gerald Antariksa.  Gerald bermimpi bahwa suatu saat nanti dirinya bisa terbang tinggi di langit, menjelajahi dunia dan melintasi berbagai hutan lebat, pegunungan tinggi, lautan luas dan menerobos awan tebal. Membayangkan nya saja begitu indah, apalagi jika seragam impiannya melekat di tubuhnya.  💫Sukses ga harus jadi pilot                                                              💫Tapi ini bukan tentang sukses "Insyaall...

Puisi-Menoreh Kembali Kisah Kelam

  Karya Jenny Nur Fadila *** Jejak kaki mulai menginjak bangsa indonesia, Usai terlahir seorang wanita asal jepara.  Saat kepahitan mulai menguak di kehidupan,  Konon, kesetaraan dan kemanusiaan hilang. Merasa perjuangannya dikhianati tak ternilai, Mengakar kuat dalam kalangan bangsawan. Tertunduk lemah, dikurung dan dibatasi, Kegelapan menguasai tubuh pemuda tanpa belas kasihan. Apa arti kami hidup? Apa arti kesetaraan gender? Hingga aku mati di tanah air, Ku sisahkan dari perjuanganku. Kalian merdeka dan aku bahagia di surga, Menatap senyum merekah dari kejauhan. Wahai anak bangsa, Inilah perjuanganku. Apakah kalian tidak berterima kasih kepadaku, Apakah kalian masih mau bermain main ketika bersekolah. Ingatlah, dahulu kala kami hanya ingin bersekolah, Ingatlah, bahwa kami ingin menempuh pendidikan. Lalu, dimana rasa iba kalian terhadap kami, Perjuanganku memeperjuangkan hak perempuan telah usai. Ketika lilin mulai meredup,  Tergantikan oleh teknologi. Ketika buku ...

Harmoni Kasih Cinta

  Teruntuk kamu, Kamu terlihat begitu bersinar. Layaknya sebuah bintang di langit, Menjadi bagianmu adalah suatu keberuntungan. Di sini, aku bisa mengagumimu, Di sini, hanya aku yang mengenalmu. Banyak perbedaan di antara kita, Yang membuatnya terasa sangat sulit. Cinta... Hadir dengan segala rasa, Senang, luka, suka, dan duka. Nikmat cinta pada rasa, Menyisakan segalanya untuk kita. Senyumanmu bagai mentari pagi, Menerangi gelap dalam hatiku yang terpaut. Pelukanmu, tempat teduh yang kuharapkan, Di sana, cinta tumbuh, mekar, dan bertaut.  *** Isi yang terkandung : Puisi ini telah mengisahkan seorang remaja yang menjalin kasih, dan puisi ini juga kisah dari cerpen yang telah penulis buat dengan judul "Jejak Kasih Tanpa Asah". Mungkin jika pembaca membaca cerpen tersebut kalian dapat mengerti bahwa sebenarnya dunia percintaan remaja tidak lah seindah yang kita bayangkan, ada kala nya kita di hadapkan dengan berbagai masalah yang membuat hubungan renggang, ada masa nya juga kit...