Ketika masa putih abu-abu di bawah pohon rindang yang tumbuh di halaman sekolah, tak terasa bunyi bel tanda masuk pun berdering, suara khas dari suara bel masuk menyiratkan kesan tersendiri yang mungkin tidak bisa terlupakan. Hari Senin di sekolah menengah atas dengan kondisi ramai tawa dan keceriaan para siswa, terdapat sepasang remaja yang sedang merasakan getaran aneh di hati mereka. Seorang gadis yang pandai dan aktif dalam berbagai kegiatan sekolah, serta seorang pemuda yang pandai bermain futsal bahkan dirinya memiliki pesona yang membuat banyak gadis terpikat.
Olahraga futsal sangat di sukai Bara bahkan
menjadi sebuah hobi tidak hanya membuatnya bergerak aktif, tetapi juga membawa
warna baru ke dalam hidupnya. Dia menjadi bagian dari tim futsal di sekolah, di
mana dia bertemu dengan teman-teman yang memiliki semangat yang sama.
Bersama-sama mereka melatih keterampilan di bawah bimbingan pelatih yang ramah.
Bara bertemu dengan Lisa, seorang gadis yang dirinya jumpai sewaktu awal masuk
di sekolah. Bahkan, Lisa kagum akan hal yang ada di Bara, membuat Lisa menyukai
nya dalam diam. Doa serta harapan setiap hari di ucapkan dalam hati nya, dam di
saat berpapasan dengan Bara ada rasa yang berbeda seakan-akan ingin rasanya
memanggil dan mengobrol bersama. “Kenapa sulit untuk mengungkapkan rasa ini,
aku tidak tau rasa ini tumbuh seketika."
Meskipun mereka tidak satu kelas, tatapan
yang di berikan Bara membawa arti di dalamnya. Entah kenapa, Bara sering
mencuri pandangannya untuk Lisa. Bel istirahat pun berbunyi para murid lainnya
sudah berhamburan ke kantin untuk makan siang dan mengobrol dengan teman nya.
Di lain sisi Bara yang datang secara tiba-tiba memasuki ruang kelas Lisa dan
mencari keberadaan nya yang sedang merapikan buku di meja, "Lisa,"
panggil Bara di bangku Lisa dengan tatapan penuh permintaan. "Iya, ada apa
Bar?" jawab Lisa, jantung nya berdetak cepat dirinya tau bahwa sekarang
gugup di depan Bara dan berusaha menutupi nya. Lalu Bara memberikan tawaran
untuk pergi ke kantin bersamanya. Entah kenapa pipi Lisa kedua nya merah seperti
salah tingkah, "Tapi nanti kalo ada..,” Lisa sengaja menggantung ucapannya
karena dirinya takut jika ada seseorang yang melihat mereka berjalan bersama.
"Gapapa biarin aja, ga perlu takut kan ada aku Lis," sahut Bara
sedikit menyakinkan Lisa agar mau menemani nya hari ini, meskipun hanya sekedar
pergi untuk membeli makanan setidaknya tidak mengurangi rasa senang nya.
Langkah nya bersamaan menuruni anak
tangga, karena kelas mereka ada di lantai atas. Jarak kantin sekolah dengan
kelas mereka cukup dekat, jadi kebanyakan teman kelas Lisa sangat bersemangat
untuk ke kantin, dari pada kelas lain yang jarak nya lebih jauh dan memilih
untuk diam di kelas saja. Saat ini, kondisi kantin bisa di bilang cukup ramai.
Bara sangat menyukai Lisa namun belum siap untuk mengutarakan perasaan nya
sedari lama akhirnya mengurungkan niatnya, dan sekarang mungkin waktunya Bara untuk
mengungkapkan isi hati nya. Bara melihat sekelilingnya, hingga pada saat itu
seseorang yang berada di depannya membawa harapan dan Bara menawarkan cinta
yang tak pernah di dapat sebelumnya. Lisa sadar akan apa yang Bara katakan
bahwa ingin menjalin kasih bersamanya dan pada akhirnya Lisa mampu menerima
nya.
Hari demi hari terus berlalu, tak terasa seperti
yang sering terjadi dalam kisah cinta remaja, tidak semuanya berjalan mulus.
Masalah muncul ketika yang menjadi perwakilan untuk mengikuti turnamen futsal
dan banyak sekali yang tiba-tiba saja menyukai Bara. Lisa tidak tau pasti akan
hal itu, namun dirinya mendengar ada seorang cewek lain yang mencoba mendekati Bara.
Pertengkaran-pertengkaran kecil pun muncul, menghiasi kisah cinta mereka yang
dulu damai. Bara mencoba meyakinkan Lisa untuk tidak percaya akan hal itu. Lisa
tidak mendengarkan apa yang di katakan Bara, ia melamun tak jelas dengan
pandangan mata yang kabur. Bara yang tau itu pun memeluk Lisa dan bertanya
mungkin ada masalah yang dirinya tutupi. Keberanian yang ada di diri Bara tak
bisa di pungkiri lagi, karena satu-satunya yang selalu ada di sampingnya adalah
Lisa. Bara adalah sosok yang penyabar dan penuh semangat, selalu memberikan
dukungan tanpa syarat kepada Lisa. Mereka adalah pasangan yang saling
melengkapi dan selalu berbagi mimpi-mimpi masa depan mereka.
Bulan-bulan berlalu, Lisa merasa terpuruk
oleh nilai ujian yang kurang memuaskan dan beban tugas sekolah yang menumpuk.
Dia duduk di bangku taman, wajahnya terlihat pucat dan penuh kecemasan. Bara yang
selalu peka terhadap perasaannya, mendekat dan duduk di sebelahnya. Bara menatap
Lisa, air mata mulai menggenang di matanya. Dia menceritakan semua beban dan
ketidakpastian yang dia rasakan terkait dengan masa depannya. Bara mendengarkan
dengan sabar, dan ketika Lisa selesai berbicara, dia tersenyum lembut. "Kamu
tau Lisa, kita bisa melewati semua ini bersama-sama. Kamu ga sendirian, aku
percaya pada kemampuan dan kecerdasanmu. Ingat, satu kegagalan bukan akhir dari
segalanya, kita bisa belajar dari kesalahan dan bangkit," kata Bara dengan
tegas. Lisa sedikit menunduk “Maaf, tapi aku takut Bar kalau nanti nilai ujian
ku jelek, pasti bunda akan marah sama aku,” pinta Lisa dengan wajah cemas. Bara
sangat mengerti apa yang ada di pikiran kekasihnya, dengan segala hal untuk
menenangkannya lalu berkata “Iya aku paham, tapi kamu jangan takut dengan ini,
terus belajar dan jaga Kesehatan okey.”
Setiap hari, Bara mengirim pesan semangat
kepada Lisa, mengingatkannya untuk tetap bersemangat dan yakin pada dirinya
sendiri. Dia menjadi sosok yang memberikan dukungan tak tergoyahkan bagi Lisa,
tidak hanya dalam hal akademis, tetapi juga dalam mengatasi tantangan hidup.
Meski, diam-diam ada sesuatu yang menganggu pikirannya kini. Sebuah perasaan
lain yang selama ini selalu coba ditampik olehnya. Sebuah perasaan yang lembut
dan seaakan-akan ingin menyentuh hatinya. Kebahagiaan yang Bara siratkan dari
bahasa tubuhnya saat ini, seperti ingin menyentak kesadaran Bara tentang
keindahan sebuah kebersamaan. Ya, setidaknya itu jauh lebih baik dari pada terjebak
dalam kesendirian dan kesepian.
Bayangkan, ada seseorang yang mau menyediakan diri untuk kita. Menemani
dan mengisi kekosongan hari-hari kita dengan keceriaannya dan segala sesuatu
yang hadir dalam bentuk kasih sayang. Ada seseorang yang membuat kita sadar
akan satu hal, bahwa kita tidak sendirian. Bahwa hidup kita lebih berarti
karena ada yang mencintai.
Kisah cerita ini memberikan sebuah makna, bahwa
pentingnya komunikasi yang baik dalam sebuah hubungan. Anak remaja sering kali
dihadapkan pada tantangan dalam berkomunikasi, namun keberanian untuk terbuka
dan berbicara mengenai perasaan mereka adalah kunci untuk menjaga hubungan
tetap sehat. Cinta bukan hanya tentang perasaan, tetapi juga tentang tanggung
jawab. Karakter-karakter dalam cerita ini belajar bahwa cinta datang dengan
tanggung jawab, dan mereka harus belajar untuk saling mendukung dan menghargai
satu sama lain dan juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menerima diri
sendiri dan pasangan. Anak remaja sering kali mengalami perubahan dan tantangan
dalam menjalani hubungan, dan penerimaan diri serta pasangan adalah kunci untuk
melewati perjalanan ini dengan baik. Melalui kisah percintaan anak remaja ini,
pembaca diharapkan dapat mengambil pelajaran tentang pentingnya kejujuran,
komunikasi, tanggung jawab, dan penerimaan diri dalam menjalani hubungan
percintaan di usia remaja.

Komentar
Posting Komentar