Langsung ke konten utama

Cerpen-Laut yang Bersedih

 

 Di ujung pulau kecil, terhampar luas samudera biru yang tak terbatas. Ombak membentuk harmoni yang menghipnotis. Hiduplah seorang gadis kecil bernama Dara. Setiap hari, Dara menyaksikan keindahan lautan yang tak pernah berhenti memikat hatinya. Laut baginya bukan sekadar tempat, melainkan kisah-kisah rahasia yang menanti untuk diungkap. Dara terpesona dan merasa seolah-olah panggilan laut memanggilnya. Tanpa ragu, dia memutuskan untuk memulai petualangan sendiri. Dengan perahu kayu kecilnya, Dara merentasi gelombang dan menjelajahi lautan yang luas. Setiap ombak membawa cerita baru, dan setiap angin memberikan petunjuk arah.

Selama perjalanannya, Dara bertemu dengan makhluk laut yang ramah, seperti ikan warna-warni dan kawanan lumba-lumba yang menari indah di balik birunya laut. Mereka menjadi teman setianya dalam petualangan yang tak terlupakan. Namun, tidak semua bagian dari lautan penuh keceriaan. Dara juga menyaksikan puing-puing sampah yang mengambang di pantai kini. Tercemar sekali, apa boleh buat akhirnya Dara mencoba untuk mengambil sedikit demi sedikit, meskipun dirinya sendirian tetapi tekad yang di miliki Dara begitu besar. Sudah hampir 1 jam lebih Dara mengambil sampah yang mengambang, tiba-tiba datanglah seorang nelayan yang sedang membuang sampah. Dara yang meliha pun menghampiri dan menasehati nya. "Permisi bapak, saya ingin bilang kalau di pantai ini janganlah bapak mrmbuang sampah sembarangan, coba deh bapak lihat sekeliling ini, banyak sekali puing-puing sampah yang berserakan. Kasihan ikan-ikan nya dong pak, karena nanti air di sini tercemar," ucap Dara menasehati nelayan tersebut. Namun, nelayan itu tetap saya tidak mendengarkan Dara, "Lalu mau buang kemana lagi sampah ini, ga ada lagi tempatnya." Dara mengehela napas panjang, mencoba untuk bersabar dan terus menyakinkan bapak tersebut. "Bapak bisa buang ini ke tempah sampah yang di sediakan, atau juga bisa bapak tanam di tanah, nanti juga jadi pupuk alami pak." "Ya sudah, saya minta maaf nak terima kasih sudah mengingatkan saya," jawab nya. "Baik pak sama-sama."

Ketika suasana senja melambai di ufuk barat, memberikan warna-warni yang menakjubkan di langit. Ombak lautan membentuk irama yang lembut, menyanyikan lagu kisah-kisah yang terkubur di dasar samudra, Dara menatap matahari terbenam di ufuk barat. Dirinya menyadari bahwa keindahan lautan adalah tanggung jawab bersama. Dalam keramaian ombak dan sorotan cahaya senja, Dara merenung tentang bagaimana sebuah petualangan kecil dapat mengubah pandangannya terhadap kehidupan dan lautan yang begitu dia cintai. Perahu kecil yang ia pakai, mulai Dara jalankan untuk pulang ke rumah dan akan kembali esok hari. Dara tau bukan hanya satu orang yang membuang sampah di sini, namun Dara pastikan akan menasehati orang-orang yang akan mencemari pantai indah ini. Senyum nya mengembang dan hari ini, dirinya bangga dengan hasil kerja kerasnya. Pantai yang tadi kotor sekarang sudah sedikit bersih, dan usaha nya juga tidak sia-sia. Kembali dengan perasaan gembira. Dari hari itu, Dara menjadi pencerita kisah lautan. Ia mengajak orang-orang untuk menjelajahi lautan dalam diri mereka sendiri, menemukan kebijaksanaan dan keindahan yang tersembunyi di sana. Dan begitulah, desa kecil di tepi pantai itu menjadi lebih kaya dengan cerita-cerita inspiratif tentang lautan, tempat di mana kisah-kisah tak terhingga terkandung dalam setiap deburan ombak. Dara mengerti bahwa kebersihan lingkungan sangatlah penting bagi semua orang termasuk juga kesehatan. Saat-saat ini yang kita butuhkan adalah kesadaran semata, jika kita tau tidak perlu menunggu di suruh, pasti nya seseorang itu akan bergerak sendiri.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abhipraya

" Happy Reading... " Langit di siang hari, serta angin sepoi-sepoi yang menyisahkan rasa sejuk di tubuhnya, bahkan semilir angin mampu menggoyangkan rerumputan ilalang, terlihat mengalun menari indah. Di bawah pohon rindang, lirih melodi yang indah mengalir melalui telinga seorang pria menatap langit biru yang tertutup awan putih. Yaa, pria itu bernama Gerald, lebih tepatnya Gerald Antariksa.  Gerald bermimpi bahwa suatu saat nanti dirinya bisa terbang tinggi di langit, menjelajahi dunia dan melintasi berbagai hutan lebat, pegunungan tinggi, lautan luas dan menerobos awan tebal. Membayangkan nya saja begitu indah, apalagi jika seragam impiannya melekat di tubuhnya.  💫Sukses ga harus jadi pilot                                                              💫Tapi ini bukan tentang sukses "Insyaall...

Puisi-Menoreh Kembali Kisah Kelam

  Karya Jenny Nur Fadila *** Jejak kaki mulai menginjak bangsa indonesia, Usai terlahir seorang wanita asal jepara.  Saat kepahitan mulai menguak di kehidupan,  Konon, kesetaraan dan kemanusiaan hilang. Merasa perjuangannya dikhianati tak ternilai, Mengakar kuat dalam kalangan bangsawan. Tertunduk lemah, dikurung dan dibatasi, Kegelapan menguasai tubuh pemuda tanpa belas kasihan. Apa arti kami hidup? Apa arti kesetaraan gender? Hingga aku mati di tanah air, Ku sisahkan dari perjuanganku. Kalian merdeka dan aku bahagia di surga, Menatap senyum merekah dari kejauhan. Wahai anak bangsa, Inilah perjuanganku. Apakah kalian tidak berterima kasih kepadaku, Apakah kalian masih mau bermain main ketika bersekolah. Ingatlah, dahulu kala kami hanya ingin bersekolah, Ingatlah, bahwa kami ingin menempuh pendidikan. Lalu, dimana rasa iba kalian terhadap kami, Perjuanganku memeperjuangkan hak perempuan telah usai. Ketika lilin mulai meredup,  Tergantikan oleh teknologi. Ketika buku ...

Musikalisasi Puisi SECERCA ASA

  Kisahnya yaitu berjudul Abhipraya menceritakan seorang pemuda yang tengah memiliki cita-cita untuk menjadi seorang pilot. Seorang pemuda di sebuah desa, bermimpi bahwa suatu saat nanti dirinya bisa terbang tinggi di langit menjelajahi dunia dan berbagai lautan, di dalam cerita ini tokonnya bernama Gerald yaitu Gerald Antariksa. Namun di tengah-tengah perjalanannya terdapat halangan yaitu kedua orang tuanya yang akan mendatangi sebuah acara kelulusan anaknya, petaka ataupun musibah datang ketika kedua orang tuanya menaiki sebuah pesawat tiba-tiba pesawatnya hilang kontak dan akhirnya terjatuh. Gerald menghelai napas panjang dia menyerka air mata yang kembali membasahi pipinnya, bagaimana lagi namanya juga sudah musibah. Saat kelulusannya ia merasa hatinya tersesat di saat kedua orang tuanya telah tiada dan itu adalah hari kelulusannya, namun mimpi-mimpinya tidak akan pernah pupus. Gerald sukses dengan seragam yang melekat hidupnya mimpi kedua orang tuanya dan dirinya telah terwuju...