Langsung ke konten utama

Puisi-Suara Alam Memanggilku



Kicauan burung-burung di angkasa lepas

Menciptakan lagu alam yang indah

Rerumputan hijau dengan bunga beragam warna

Menghiasi tanah bumi yang ku pijak


Di sini kita berkumpul di tanah kehidupan

Tak terasa waktu terus berlalu

Dalam irama yang tak ada hentinya

Kisah yang terus terukir di secarik kertas


Takdir adalah kekuasaan yang penuh lika-liku

Menuntun kita dalam alur perjalanan tak terduga

Hidup adalah sastra yang terus mengalir

Membawa kita menjadi seorang penyair, menulis baris demi baris


Ada masa kita membutuhkan cinta

Di setiap langkah, kita lakukan bersama

Mengalun dari hati hingga melintasi jarak dan waktu

Mengalun indah, meski kadang pahit untuk kita


Bersama kita rangkai mimpi-mimpi

Seiring langkah kaki yang beriringan

Mampu mengukir jejak masa depan

Dengan kebersamaan kita temukan kekuatan


Oh alam, engkau adalah rumah kita

Dengan segala keajaiban dan keindahan di dalamnya

Kau mengajarkan kita apa itu kebesaran ciptaan Tuhan,

Sebuah memori yang akan abadi dan tak terlupakan

 

๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ


Udara mana kini yang kau hirup?Hujan dimana kini yang kau peluk?Dimana pun kau kini, hmmRindu tentangmu 'tak pernah pergiUdara mana kini yang kau hirup?Hujan dimana kini yang kau peluk?Dimana pun kau kini, uh-uuhRindu tentangmu 'tak pernah pergi

๐ŸŒ„๐ŸŒ„๐ŸŒ„

Puisi yang aku bawakan dengan berbagai makna di dalamnya, antara kasih dan rumah menjadi tempat kita hidup bersama. Menemani dan memberikan sehangat mentari yang selalu ada membuat mata ku berbinar. Entah apa, tak kala itu puisi ini dengan rasa yang sangat bermakna menceritakan bahwa kita manusia butuh semua, cinta untuk menemani di saat kesepian dan segala hal yang di alam mampu menjadi penambah jati diri kita untuk merasakan keindahan dan keagungan di dalamnya.
Bicara soal alam pasti semua kalangan sangat menyukai, apalagi suatu tempat dengan sejuta keindahan seperti pantai contoh nya. Aku juga suka tapi kadang boleh kadang tidak, tau sendiri kan si penulis ini anak strict parents haha, ada yang sama kayak aku ga ya....
Next, akhir-akhir ini penulis sering sibuk, namanya juga hidup sih, kesibukan dari belajar untuk ujian hingga nyelesaikan berbagai karangan cerpen dan puisi yang di kejar oleh deadline, haduduhh....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abhipraya

" Happy Reading... " Langit di siang hari, serta angin sepoi-sepoi yang menyisahkan rasa sejuk di tubuhnya, bahkan semilir angin mampu menggoyangkan rerumputan ilalang, terlihat mengalun menari indah. Di bawah pohon rindang, lirih melodi yang indah mengalir melalui telinga seorang pria menatap langit biru yang tertutup awan putih. Yaa, pria itu bernama Gerald, lebih tepatnya Gerald Antariksa.  Gerald bermimpi bahwa suatu saat nanti dirinya bisa terbang tinggi di langit, menjelajahi dunia dan melintasi berbagai hutan lebat, pegunungan tinggi, lautan luas dan menerobos awan tebal. Membayangkan nya saja begitu indah, apalagi jika seragam impiannya melekat di tubuhnya.  ๐Ÿ’ซSukses ga harus jadi pilot                                                              ๐Ÿ’ซTapi ini bukan tentang sukses "Insyaall...

Puisi-Menoreh Kembali Kisah Kelam

  Karya Jenny Nur Fadila *** Jejak kaki mulai menginjak bangsa indonesia, Usai terlahir seorang wanita asal jepara.  Saat kepahitan mulai menguak di kehidupan,  Konon, kesetaraan dan kemanusiaan hilang. Merasa perjuangannya dikhianati tak ternilai, Mengakar kuat dalam kalangan bangsawan. Tertunduk lemah, dikurung dan dibatasi, Kegelapan menguasai tubuh pemuda tanpa belas kasihan. Apa arti kami hidup? Apa arti kesetaraan gender? Hingga aku mati di tanah air, Ku sisahkan dari perjuanganku. Kalian merdeka dan aku bahagia di surga, Menatap senyum merekah dari kejauhan. Wahai anak bangsa, Inilah perjuanganku. Apakah kalian tidak berterima kasih kepadaku, Apakah kalian masih mau bermain main ketika bersekolah. Ingatlah, dahulu kala kami hanya ingin bersekolah, Ingatlah, bahwa kami ingin menempuh pendidikan. Lalu, dimana rasa iba kalian terhadap kami, Perjuanganku memeperjuangkan hak perempuan telah usai. Ketika lilin mulai meredup,  Tergantikan oleh teknologi. Ketika buku ...

Harmoni Kasih Cinta

  Teruntuk kamu, Kamu terlihat begitu bersinar. Layaknya sebuah bintang di langit, Menjadi bagianmu adalah suatu keberuntungan. Di sini, aku bisa mengagumimu, Di sini, hanya aku yang mengenalmu. Banyak perbedaan di antara kita, Yang membuatnya terasa sangat sulit. Cinta... Hadir dengan segala rasa, Senang, luka, suka, dan duka. Nikmat cinta pada rasa, Menyisakan segalanya untuk kita. Senyumanmu bagai mentari pagi, Menerangi gelap dalam hatiku yang terpaut. Pelukanmu, tempat teduh yang kuharapkan, Di sana, cinta tumbuh, mekar, dan bertaut.  *** Isi yang terkandung : Puisi ini telah mengisahkan seorang remaja yang menjalin kasih, dan puisi ini juga kisah dari cerpen yang telah penulis buat dengan judul "Jejak Kasih Tanpa Asah". Mungkin jika pembaca membaca cerpen tersebut kalian dapat mengerti bahwa sebenarnya dunia percintaan remaja tidak lah seindah yang kita bayangkan, ada kala nya kita di hadapkan dengan berbagai masalah yang membuat hubungan renggang, ada masa nya juga kit...