Langsung ke konten utama

Sedikit kutipan di malam hari


(Karya Jenny Nur Fadila)

***

        Aku adalah bima yang di dalam angkasa terdapat galaksi bima sakti. Bima memandang langit malam dengan penuh kekaguman. Ia bermimpi menjelajahi angkasa yang luas dan melihat keindahan galaksi-galaksi lainnya. Bintang-bintang terlihat sangat berbeda, memancarkan cahaya berwarna-warni yang menakjubkan. Keringat yang membasahi telapak tangan ku, kini membuat hawa dalam diriku menjadi sangat panas. Bagaikan gejolak api yang membakar diri ku, namun api mana yang sedang mengitari tubuh ini. Bulan bersinar terang menerangi balkon kamar ku saat ini. Tak lepas pandang, diriku kagum dengan keindahan duniawi. 

        Mungkin, secangkir kopi yang aku minum saat ini mampu menghangatkan tubuhku, ya meski aku tau jika tubuh ku tidak membutuhkan kehangatan dari perantara minuman, namun yang ku butuhkan adalah rasa dari seseorang hingga abadi.


        Riuh angin malam, rasa dingin, bercampur dengan gelap gulita di malam sunyi tanpa suara penenang. Ada bintang, ada bulan yang menemaniku di malam ini. Memancarkan cahaya yang abadi, arti setia yang kini ku temukan. Setia bukan hanya tentang perasaan yang datang lalu pergi, namun ada benda yang mampu menemani di setiap langit berganti gelap, dan esok nya akan kembali seperti ini lagi.
        Manusia memang berarti untuk kita, teman, keluarga, mereka akan selalu ada. Namun, semesta yang akan selalu ada tanpa kita meminta mereka untuk menemani. Aku tau, bahwa dunia tak selama nya indah, dan kalian juga tau bahwa hal sekecil apapun mampu membuat hati kita tenang, seperti secangkir kopi hangat yang ku pegang dan mata yang melihat langit indah serta senyum tipis yang terukir di bibir ku saat ini. Oh betapa indah hari ku di temani hal-hal seperti ini. Bersyukur lah dalam hidup mu, karna itu adalah kunci kalian tenang dan bahagia.

        Mungkin kopi hitam kali ya, sebenarnya aku waktu buat ilustrasi ini kalo kalian tau diriku ga suka kopi. Padahal temen-temenku banyak yang suka, ada tuh yang suka kopi tanpa gula, wah sepahit apa kira-kira, apa mungkin sepahit hidup ku ya haha. Ohya, emm cerita yang aku buat itu hasil imajinasi aja sih, ya gimana lagi namanya aja mau cerita, masa aku harus cerita ke dia, kan dia fiksi bukan nyata upss...




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abhipraya

" Happy Reading... " Langit di siang hari, serta angin sepoi-sepoi yang menyisahkan rasa sejuk di tubuhnya, bahkan semilir angin mampu menggoyangkan rerumputan ilalang, terlihat mengalun menari indah. Di bawah pohon rindang, lirih melodi yang indah mengalir melalui telinga seorang pria menatap langit biru yang tertutup awan putih. Yaa, pria itu bernama Gerald, lebih tepatnya Gerald Antariksa.  Gerald bermimpi bahwa suatu saat nanti dirinya bisa terbang tinggi di langit, menjelajahi dunia dan melintasi berbagai hutan lebat, pegunungan tinggi, lautan luas dan menerobos awan tebal. Membayangkan nya saja begitu indah, apalagi jika seragam impiannya melekat di tubuhnya.  💫Sukses ga harus jadi pilot                                                              💫Tapi ini bukan tentang sukses "Insyaall...

Puisi-Menoreh Kembali Kisah Kelam

  Karya Jenny Nur Fadila *** Jejak kaki mulai menginjak bangsa indonesia, Usai terlahir seorang wanita asal jepara.  Saat kepahitan mulai menguak di kehidupan,  Konon, kesetaraan dan kemanusiaan hilang. Merasa perjuangannya dikhianati tak ternilai, Mengakar kuat dalam kalangan bangsawan. Tertunduk lemah, dikurung dan dibatasi, Kegelapan menguasai tubuh pemuda tanpa belas kasihan. Apa arti kami hidup? Apa arti kesetaraan gender? Hingga aku mati di tanah air, Ku sisahkan dari perjuanganku. Kalian merdeka dan aku bahagia di surga, Menatap senyum merekah dari kejauhan. Wahai anak bangsa, Inilah perjuanganku. Apakah kalian tidak berterima kasih kepadaku, Apakah kalian masih mau bermain main ketika bersekolah. Ingatlah, dahulu kala kami hanya ingin bersekolah, Ingatlah, bahwa kami ingin menempuh pendidikan. Lalu, dimana rasa iba kalian terhadap kami, Perjuanganku memeperjuangkan hak perempuan telah usai. Ketika lilin mulai meredup,  Tergantikan oleh teknologi. Ketika buku ...

Harmoni Kasih Cinta

  Teruntuk kamu, Kamu terlihat begitu bersinar. Layaknya sebuah bintang di langit, Menjadi bagianmu adalah suatu keberuntungan. Di sini, aku bisa mengagumimu, Di sini, hanya aku yang mengenalmu. Banyak perbedaan di antara kita, Yang membuatnya terasa sangat sulit. Cinta... Hadir dengan segala rasa, Senang, luka, suka, dan duka. Nikmat cinta pada rasa, Menyisakan segalanya untuk kita. Senyumanmu bagai mentari pagi, Menerangi gelap dalam hatiku yang terpaut. Pelukanmu, tempat teduh yang kuharapkan, Di sana, cinta tumbuh, mekar, dan bertaut.  *** Isi yang terkandung : Puisi ini telah mengisahkan seorang remaja yang menjalin kasih, dan puisi ini juga kisah dari cerpen yang telah penulis buat dengan judul "Jejak Kasih Tanpa Asah". Mungkin jika pembaca membaca cerpen tersebut kalian dapat mengerti bahwa sebenarnya dunia percintaan remaja tidak lah seindah yang kita bayangkan, ada kala nya kita di hadapkan dengan berbagai masalah yang membuat hubungan renggang, ada masa nya juga kit...