Kicauan burung-burung di angkasa lepas,
Menciptakan lagu alam yang indah.
Rerumputan hijau dengan bunga beragam warna,
Menghiasi tanah bumi yang ku pijak.
Kala itu manusia tak punya hati,
Membuang sampah, menebang hingga bumi ku rusak.
Kebaikan melakukan reboisasi lingkungan,
Demi bumi tercinta mencegah pemanasan global.
Singup hari tak kala berganti hari,
Serasa hidup hampa mengabur hari-hariku kini.
Deruh debu di sepanjang jalanan kini,
Menguak berbagai asap yang tak kunjung usai.
Berlalu dari kian menghampiri deburan virus,
Canda tawa makhluk kecil menembus kulit manusia.
Menebar penyakit sebanyak kali,
Rasa sakit menghantui sekujur tubuh kita.
Gedung tinggi mengisi manusia terpapar,
Baju putih biru bertengger di tubuh,
Jarum menembus kulit untuk sembuh,
Kian menerus hingga tertinggal nama.
***
Puisi ini mengandung isi bahwa bumi kita sangatlah indah dengan adanya burung yang terbang dengan kicauan nya, rerumputan hijau nan segar, namun terkadang manusia tidak punya rasa hingga membuang sampah sembarangan membuat lingkungan menjadi rusak. Kala itu segala nya berubah menjadi hal yang tidak kita inginkan, segala hal yang terjadi di lingkungan pun mulai membuat berbagai virus memasuki tubuh manusia di saat daya tahan mereka lemah, gedung tinggi bertuliskan rumah sakit menjadi rumah kita untuk sembuh atau nantinya hanya nama kita saja.
Pesan moral : Marilah kita jaga lingkungan kita agar terhindar dari berbagai penyakit.

Komentar
Posting Komentar