Langsung ke konten utama

Puisi-Seutah Kehangatan Semesta



Embun bangunkan pagi,

Luluhkan tebing harapan.

Alur menari dalam syair tersirat dan tersurat,

Ibarat tergenggam gurun kehidupan.


Di kala semua menanti mimpi dan harapan,

Dari arah timur fajar mulai menampakan cahaya.

Sapa lembutmu meredakan tangisan,

Senyum manis ku meneduhkan kegelisahan.


Saat itu, aku bersyukur melihat ciptaan mu,

Semesta dengan isi dan keindahannya.

Keajaiban yang menjadi saksi doaku,

Di saat aku terbangun di sepertiga malam.


Bersyukur telah di lahirkan di dunia ini,

Kesempurnaan ataupun kekurangan. 

Hanyalah pelengkap di dalam diri manusia,

Tuhan, terima kasih atas semua yang kau berikan.


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


Di antara umur akan ada masa pertumbuhan, iya puisi ini mengisahkan kita saat hidup mulai masa kita dimana masih balita hingga menuai hidup baru bersama orang baru. Di saat itulah orang tua sudah menyelesaikan tugasnya, hingga sang putri nya bisa menemukan pengganti yang mau menemani sampai tua nanti. Seseorang yang mampu membuatku sangat menyanyangi dan mencintai seumur hidup, tawa nya mampu menghapus air mata ku. Aku bersyukur bisa hidup di semesta hingga titik ini. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abhipraya

" Happy Reading... " Langit di siang hari, serta angin sepoi-sepoi yang menyisahkan rasa sejuk di tubuhnya, bahkan semilir angin mampu menggoyangkan rerumputan ilalang, terlihat mengalun menari indah. Di bawah pohon rindang, lirih melodi yang indah mengalir melalui telinga seorang pria menatap langit biru yang tertutup awan putih. Yaa, pria itu bernama Gerald, lebih tepatnya Gerald Antariksa.  Gerald bermimpi bahwa suatu saat nanti dirinya bisa terbang tinggi di langit, menjelajahi dunia dan melintasi berbagai hutan lebat, pegunungan tinggi, lautan luas dan menerobos awan tebal. Membayangkan nya saja begitu indah, apalagi jika seragam impiannya melekat di tubuhnya.  ๐Ÿ’ซSukses ga harus jadi pilot                                                              ๐Ÿ’ซTapi ini bukan tentang sukses "Insyaall...

Puisi-Menoreh Kembali Kisah Kelam

  Karya Jenny Nur Fadila *** Jejak kaki mulai menginjak bangsa indonesia, Usai terlahir seorang wanita asal jepara.  Saat kepahitan mulai menguak di kehidupan,  Konon, kesetaraan dan kemanusiaan hilang. Merasa perjuangannya dikhianati tak ternilai, Mengakar kuat dalam kalangan bangsawan. Tertunduk lemah, dikurung dan dibatasi, Kegelapan menguasai tubuh pemuda tanpa belas kasihan. Apa arti kami hidup? Apa arti kesetaraan gender? Hingga aku mati di tanah air, Ku sisahkan dari perjuanganku. Kalian merdeka dan aku bahagia di surga, Menatap senyum merekah dari kejauhan. Wahai anak bangsa, Inilah perjuanganku. Apakah kalian tidak berterima kasih kepadaku, Apakah kalian masih mau bermain main ketika bersekolah. Ingatlah, dahulu kala kami hanya ingin bersekolah, Ingatlah, bahwa kami ingin menempuh pendidikan. Lalu, dimana rasa iba kalian terhadap kami, Perjuanganku memeperjuangkan hak perempuan telah usai. Ketika lilin mulai meredup,  Tergantikan oleh teknologi. Ketika buku ...

Harmoni Kasih Cinta

  Teruntuk kamu, Kamu terlihat begitu bersinar. Layaknya sebuah bintang di langit, Menjadi bagianmu adalah suatu keberuntungan. Di sini, aku bisa mengagumimu, Di sini, hanya aku yang mengenalmu. Banyak perbedaan di antara kita, Yang membuatnya terasa sangat sulit. Cinta... Hadir dengan segala rasa, Senang, luka, suka, dan duka. Nikmat cinta pada rasa, Menyisakan segalanya untuk kita. Senyumanmu bagai mentari pagi, Menerangi gelap dalam hatiku yang terpaut. Pelukanmu, tempat teduh yang kuharapkan, Di sana, cinta tumbuh, mekar, dan bertaut.  *** Isi yang terkandung : Puisi ini telah mengisahkan seorang remaja yang menjalin kasih, dan puisi ini juga kisah dari cerpen yang telah penulis buat dengan judul "Jejak Kasih Tanpa Asah". Mungkin jika pembaca membaca cerpen tersebut kalian dapat mengerti bahwa sebenarnya dunia percintaan remaja tidak lah seindah yang kita bayangkan, ada kala nya kita di hadapkan dengan berbagai masalah yang membuat hubungan renggang, ada masa nya juga kit...