Embun bangunkan pagi,
Luluhkan tebing harapan.
Alur menari dalam syair tersirat dan tersurat,
Ibarat tergenggam gurun kehidupan.
Di kala semua menanti mimpi dan harapan,
Dari arah timur fajar mulai menampakan cahaya.
Sapa lembutmu meredakan tangisan,
Senyum manis ku meneduhkan kegelisahan.
Saat itu, aku bersyukur melihat ciptaan mu,
Semesta dengan isi dan keindahannya.
Keajaiban yang menjadi saksi doaku,
Di saat aku terbangun di sepertiga malam.
Bersyukur telah di lahirkan di dunia ini,
Kesempurnaan ataupun kekurangan.
Hanyalah pelengkap di dalam diri manusia,
Tuhan, terima kasih atas semua yang kau berikan.
๐๐๐
Di antara umur akan ada masa pertumbuhan, iya puisi ini mengisahkan kita saat hidup mulai masa kita dimana masih balita hingga menuai hidup baru bersama orang baru. Di saat itulah orang tua sudah menyelesaikan tugasnya, hingga sang putri nya bisa menemukan pengganti yang mau menemani sampai tua nanti. Seseorang yang mampu membuatku sangat menyanyangi dan mencintai seumur hidup, tawa nya mampu menghapus air mata ku. Aku bersyukur bisa hidup di semesta hingga titik ini.
.png)
Komentar
Posting Komentar